~"SELAMAT DATANG DI BLOG TAKATIL TEAM"~"SEMOGA YANG ADA DI DALAM BLOG INI BERMANFA'AT UNTUK KAWAN-KAWAN SEMUA"~

Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 20 Om Ganteng

Ardi Or Idak | 8:37 PM | 0 comments

 Part 20 
Om Ganteng

Abi memejamkan mata sesaat, begitu melihat 
pemandangan dari sesuatu yang menggantung indah di dada Arini. Juga merasakan bawah perut Arini yang menggesek lembut kulit perutnya.
“Apa, Om yang menggantung?” Tanya Arini penasaran. 
Kedua tangan Abi meremas lembut buah dada Arini.
“Buah yang menggantung dengan indah di batang pohon yang juga indah, Arini,” jawab Abi.
“Buah dada maksud Om?” Tanya Arini bingung. Abi bangun dari rebahnya tanpa menurunkan Arini dari atas tubuhnya.
Tubuh Arini hanya dimundurkan sedikit dari perutnya. 
Kepala Abi tenggelam di atas dada Arini.
Tiba-tiba Arini terjengkit kaget, tubuhnya diangkatnya ke atas sedikit dari pangkuan Abi.
“Kenapa?” Tanya Abi.
“Ularnya, Om, bergerak-gerak, lapar barangkali ya, Om,” katanya polos.
Abi tidak dapat menahan tawa.
“Iya dia lapar, ingin makan kamu, Arini,” jawab Abi.
“Iih... Om genit!” Arini memukul bahu Abi dengan bibir manyun.
“Arini harus tanggung jawab buat memberi dia makan.”
“Enghhh... kok aku?” rajuk Arini manja.
“Kalau punya Arini masih sakit tidak usah dipaksa, ularnya cukup tahan kok puasa,” kata Abi pelan.
“Om bicaranya begitu terus, aku ingen sekali-sekali Om itu yang memaksakan maunya Om ke aku,” protes Arini.
“Eeh, aku’kan sudah pernah katakan, untuk urusan begini, seiklasnya Arini saja,” jawab Abi.
“Kalau begitu terus, aku jadi tidak bisa ngambek-ngambek manja, Om!” Seru Arini.

Untuk Melanjutkan Ceritanya, Silahkan Klik Link atau Lihat Video di Bawah ini... ⬇️⬇️
https://youtu.be/G8B2UPRRY8o



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 19 Obat Perih

Ardi Or Idak | 4:08 PM | 0 comments

 Part 19 
Obat Perih

Arini menggigit bibirnya.
Merasakan perih yang luar biasa.
“Om.... “ rintihan kesakitan tidak tertahan, ke luar juga dari mulut Arini. Abi menurunkan kepala. Ia tenggelamkan rintihan Arini ke dalam lumatan bibirnya. Abi mulai menggerakan tubuhnya.
Lama-lama rasa perih bercampur dengan rasa nikmat dirasakan oleh Arini.
Tanpa disadarinya, tubuh Arini juga bergerak 
mengimbangi gerakan Abi. Napas mereka berpacu. Peluh mereka menjadi satu.
“Om... aku... Om!” Pekik Arini tertahan.
“Arini,” panggil Abi saat pendakian mereka sampai ke puncaknya bersamaan.
Abi jatuh di atas tubuh Arini.
Napas mereka sama-sama memburu.
“Om ... turun, Om. Berat, lepaskan juga punya Om, perih,” pinta Arini.
Abi melepaskan juniornya dari tubuh Arini, lalu turun dari atas tubuh Arini. Ia berbaring miring di sisi Arini. Diangkat kepala Arini agar rebah di atas lengannya.
Dikecupnya kening Arini.
“Terimakasih sudah memberikan yang terindah buatku, Sayang,” bisik Abi.
“Om, sakit, perih, berdarah ya, Om, luka ya, Om.
Bagaimana mengobatinnya? Pake obat merah, atau diapakam, Om. Biar cepet sembuh.... “ gumam Arini.
Abi ingin tertawa pekuan mendengar gumaman Arini.
“Obatnya cuma satu, Sayang,” jawab Abi.

Untuk melanjutkan ceritanya, Silahkan klik link atau lihat video di bawah ini... ⬇️⬇️
https://youtu.be/_-KAnaNP8Cw



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 18 First Night

Ardi Or Idak | 9:59 PM | 0 comments

 Part 18  
First Night 

“A rini... Arini Sayang, bangun, saatnya waktu sholat dzuhur.” Abi menggoyangkan bahu Arini.
“Enghhh... sudah dzuhur ya, Om?” Arini menguap.
Abi tertawa.
“Kamu ngiler Arini,” kata Abi sambil mengusap sudut bibir Arini. Arini menggosok bibir dengan punggung tangannya.
“Masa sih, Om. Om bohong nih,” rajuknya.
“Tuh, bantalmu basah bekas ilermu,” tunjuk Abi.
“Enghhh... jangan dikatakan, aku malu,” rajuk Arini sambil meraih bantal bekas dipakainya tidur.
Cup.... Abi mengecup bibir Arini.
“Tidak apa-apa ileran, tetap manis kok rasanya,” gurau Abi.
Wajah Arini memerah karena malu.
“Ayolah kita sholat dzuhur dulu, setelah itu makan siang.” Abi turun dari ranjang, lalu masuk ke kamar mandi.
Arini ke luar dari kamar Abi, ia masuk ke kamarnya sendiri, untuk mandi, juga mengambil perlengkapan sholatnya, dan berwudhu. Saat Arini ingin masuk kembali ke dalam kamar Abi, ponsel Abi berdering. Abi menerima panggilan telponnya. Arini menunggu di dekat pintu kamar Abi.
“Nita.... “ gumam Abi.
“Hallo ada apa, Ta?”
“...”
“Siapa, Arnita wicaksana Effendi?”
“...”
“Ooh ya, buatkan janji untuk besok siang saja ya, Ta.”
“...”
“Ya, ya, besok saya sudah masuk kerja.”
“..”
“Ya, ya, terima kasih, Ta. Selamat siang.”
Abi meletakan ponselnya.
Arini masuk ke dalam kamar Abi. Ia berusaha bersikap biasa saja, meski rasa penasaran bersarang di dalam dadanya.


Untuk Melanjutkan Ceritanya, Silahkan Klik Link atau Lihat Video di Bawah ini... ⬇️⬇️
https://youtu.be/Gx9gQaOk_rU



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 17 Hati Yang Berdebar

Ardi Or Idak | 9:10 AM | 0 comments

 Part 17
Hati Yang Berdebar

Melihat Abi tertidur, Arini segera turun ke lantai bawah untuk sarapan. Bik Wati sudah membuatkan bubur untuk Abi.
Selesai sarapan, Arini menelpon Ina untuk 
memberitahu ia tidak kuliah hari ini, karena suaminya sakit.
Arini kembali ke kamar dengan membawa semangkok bubur untuk Abi.
Arini membuka pintu, tapi Abi tidak ada di atas ranjang.
“Om, Om!” Arini membuka pintu kamar mandi.
Terlihat Abi bersandar miring di dinding membelakangi Arini.
“Om, Om sedang apa?” Arini mendekati Abi.
Abi tidak menjawab.
“Eh ... oh, Om pipis, eeh ... aku ke luar dulu,” kata Arini dengan wajah merona tersipu.
“Arini!” Panggil Abi lemah.
“Ya, Om,” jawab Arini tanpa menengok ke arah Abi.
“Aku lemes, bisa cucikan punyaku tidak?” Tanya Abi dengan suara lemah.
“Cucikan apanya, Om?” Tanya Arini bingung.
“Ini ... juniorku “ jawab Abi.
“Eeh ... tidak mau, Om.” Kepala Arini menggeleng kuat.
“Ooh ... ya sudah, tidak apa-apa.” Abi berusaha sekuatnya untuk tidak jatuh, badannya benar-benar terasa lemas. Dicucinya sendiri juniornya.
Arini menunggunya di ambang pintu kamar mandi.
Abi berjalan pelan ke luar dari dalam kamar mandi.
“Om!”
“Tidak usah dibantu, aku bisa sendiri,” tolak Abi, saat Arini ingin memegang tangannya.


Untuk Melanjutkan Ceritanya, Silahkan Klik Link atau Lihat Video di Bawah ini... ⬇️⬇️
https://youtu.be/m_WQ82Teh2s



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 16 Aku Bukan Mamahku

Ardi Or Idak | 10:13 PM | 0 comments

Part 16  
Aku Bukan Mamahku 

Abi bangun dari rebahnya, sungguh ia tidak
menyangka, Arini akan bereaksi seperti ini.
Diraihnya kepala Arini ke dalam dekapannya.
“Maafkan aku Arini, maafkan aku,” diusap lembut punggung telanjang Arini.
“Jangan ragukan cintaku, Om. Aku bukan Mamah, aku.... “
“Sssttt, maafkan aku Arini ... aku yang salah.”
Arini menarik kepalanya dari dekapan Abi.
“Om mengatakan, aku boleh memilih lelaki manapun untuk aku cintaikan?” Tanya Arini.
Abi mengangguk meski hatinya bingung dengan pertanyaan Arini.
“Om tahu, aku sudah menjatuhkan pilihanku.”
Abi langsung melepaskan tangannya dari tubuh Arini.
Matanya terpejam, ditariknya napas panjang.
‘Apa yang ingin kamu katakan Arini, baru saja kamu bilang cinta padaku, lalu sekarang kamu ingin mengatakan siapa lelaki pilihanmu.... ‘
“Om.... “tangan Arini menangkup wajah Abi. Abi membuka matanya.
“Pilihanku ... namanya, Abimana Pratama, tapi orang itu tidak peka, menyebelkan, membuat aku kesal, padahal umurnya sudah tua, tapi sayangnya aku jatuh cinta sama orang itu, Om. Orang i... hmmmpppp.... “Abi menyambar bibir Arini. Direbahkannya tubuh Arini yang setengah telanjang ke atas ranjang.


Untuk Melanjukan Ceritanya, Silahkan Klik Link Atau Lihat Video di Bawah ini... ⬇️⬇️
https://youtu.be/SCtBAvFflmM



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 15 Aku Rindu

Ardi Or Idak | 9:30 PM | 0 comments

 Part 15 
Aku Rindu

Abi masuk ke kamarnya, saat di depan pintu 
ia sempat melihat ke arah pintu kamar Arini yang tertutup rapat. Abi tidak tahu, kalau Arini tengah marah kepadanya, karena tidak memberi kabar selama seminggu di luar kota.
Abi tidak tahu, betapa kuat usaha Arini agar tak memeluknya, untuk menuntaskan rindu yang ada.
‘Aku rindu ... aku rindu ... tapi aku maraaahhh.... ‘
Abi merasa sangat lelah, kepalanya terasa pusing. 
Setelah sholat subuh, ia merasa tubuhnya gemetar.
‘Ya Allah, jangan sampai aku sakit, aku mohon padaMu ya Allah.’
Abi mematikan AC, ia menarik selimut hingga ke lehernya, tapi tubuhnya masih saja menggigil, terasa sangat dingin baginya.
Arini ingin turun untuk sarapan sebelum pergi ke kampus, dilihatnya Bibik, dan dr.Angga baru ke luar dari dalam kamar Abi.
“Pak dokter, ada apa, Bik?” Tanya Arini.
“Non, Mas Abi sakit, badannya gemetar, tapi sudah diperiksa Pak dokter,” kata Bibik.
Hilang seketika rasa kesal, dan marah di dalam hati Arini, saat mendengar Abi sakit.
dr.Angga agak heran karena Arini ke luar dari kamar yang lain, dan tidak bersama Abi di dalam kamar, apa mungkin mereka tengah bertengkar, pikir dr.Angga.
“Suaminya dipeluk, Rin, biar tidak menggigil lagi, pelukan istri obat paling mujarab loh,” gurau dr.Angga, membuat wajah Arini memerah.
“Iya, Pak dokter,” jawab Arini tersipu.
“Aku permisi ya, Rin. Jaga Mas Abinya ya, kalau ada apa-apa telpon saja.”


Silahkan Lihat Video di bawah ini untuk Melanjutkan Ceritanya... ⬇️⬇️



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 14 Tentang Fathan

Ardi Or Idak | 5:20 AM | 0 comments

 Part 14 
Tentang Fathan

Arnita, dan Pramana duduk berhadapan di 
ruangan kantor Arnita.
“Bagaimana hasil penyelidikanmu, Pram?”
“Arini Artaputri, usia delapan belas tahun.”
“Ibunya, Pram?”
“Airin Meila Putri Sanjaya.”
“Sudah kuduga,” gumam Arnita.
“Ayahnya?” Tanya Arnita dengan suara bergetar.
“Artaputra wicaksana, adik ibu sendiri,” kata Pram pelan.
“Di mana mereka tinggal sekarang Pram? Aku ingin sekali bertemu mereka,” ujar Arnita dengan suara lirih.
“Maaf Bu, mereka... mereka.... “
“Mereka kenapa, Pram?” Tanya Arnita tak sabar. 
“Hhhh... mereka berdua sudah meninggal hampir tujuh tahun lalu, Bu.”
“Apa?”
“Mereka mengalami kecelakaan, Bu.”
“Ya Allah... Arta... Airin, kenapa begitu cepat kalian pergi.” Arnita mulai terisak.
“Lalu, tinggal dengan siapa Arini setelah orang tuanya meninggal?”
“Dia tinggal di asrama khusus wanita di sekolahnya, Bu.”
“Sampai sekarang?” Pram menggeleng.
“Sekarang dia sudah menikah, Bu.” Jawaban Pram bagai bom yang meledak di telinga Arnita.
‘Ya Allah.... Fathan... Arini itu sepupumu sendiri, dan yang paling menyesakan Arini itu istri orang.... ‘
“Siapa suaminya, Pram?” Tanya Arnita penasaran.
“Siapkan mental, Bu, untuk mendengarnya,” kata Pram yang tahu benar kisah tiga keluarga.

Silahkan Lihat Video di bawah ini untuk Melanjutkan Ceritanya... ⬇️⬇️

https://youtu.be/oZ_1V2nX3Ks


Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 13 Rindu

Ardi Or Idak | 12:26 AM | 0 comments

 Part 13 
Rindu

Abi pov
Aku memejamkan mataku sambil bersandar 
di kursi pesawat, dalam penerbanganku ke Sumatera. 
Pertanyaan Arini, sangat mengganggu pikiran, dan juga perasaanku.
‘Hhhh ... Arini, kenapa harus kamu tanyakan 
pertanyaan yang sebenarnya sangat kamu tahu dengan pasti apa jawabannya?.
Kamu sudah tahu, kalau aku patah hati dengan Mamahmu. Kamu sudah tahu, kalau cintaku selama ini hanya untuk Mamahmu.
Aku mencintainya, sangat mencintainya.
Dia cinta pertamaku, dan aku pernah berharap dialah cinta terakhirku.
Saat aku pergi untuk kuliah ke luar negeri, aku memintanya untuk menungguku, menunggu aku untuk melamarnya.
Masih teringat saat perpisahan dulu. Airin menangis dalam dekapanku.
Dia mengatakan, kalau dia mencintaiku.
Dia mengatakan, kalau dia akan merindukanku.
Dia mengatakan, kalau dia akan sabar menungguku.
Aku memeluknya....
Aku menciumnya....
Ciuman pertama kami, yang juga ternyata adalah ciuman terakhir kami.
Tapi apa yang terjadi.
Dia menghianatiku dengan temanku sendiri.
Dia meninggalkanku dengan luka dihati.
Dia mengingkari janjinya kepadaku.
Itu menyakitiku ... sangat sakit.
Tapi, aku tidak pernah bisa membencinya.
Cintaku untuknya tetap terjaga hingga ia menutup mata, dan mungkin hingga saat iini.


Silahkan Lihat Video di bawah ini untuk Melanjutkan Ceritanya.. ⬇️⬇️
https://youtu.be/Bmi0WTbS8YA



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 12 Tentang Airin

Ardi Or Idak | 9:37 PM | 0 comments

 Part 12 
Tentang Airin

Abi masuk ke dalam kamar.
Arini yang tadinya duduk di tepi ranjang langsung berdiri.
Matanya menatap cemas kearah Abi.
“Om!?”
Abi mendekati Arini yang sudah mandi. Mencium aroma wangi tubuh Arini.
“Wangi.... “ katanya sambil mengecup rambut basah Arini.
Arini mendongak menatap wajah Abi yang tubuhnya jauh lebih tinggi darinya. Abi menundukan wajahnya. 
Tangannya menarik pinggang, dan tengkuk Arini Bibirnya melumat bibir Arini lembut. Satu tangan Arini melingkar di leher Abi, yang satu lagi mengelus punggung Abi.
Abi sudah lupa, kalau Mamah, dan Papahnya tengah menunggu mereka di ruang tengah, bahkan pintu kakar tidak tertutup dengan rapat. Sedang Arini tisak sempat bertanya, apakah orang tua Abi sudah pulang, atau belum.
“Arini.... “ bisik Abi di telinga Arini.
“Om ... enghhh ... geli ... Om ... enghhh, Om.... “ Arini bergidik, karena merasakan geli saat Abi menggigit-gigit telinga, dan kulit lehernya.
Kriiuukk ... kriuukk.... Perut Arini berbunyi.
Abi mengangkat kepala, lalu melepaskan tangan dari tubuh Arini.
“Kamu lapar?” Pertanyaan Abi membuat wajah Arini memerah.


Silahkan Lihat Video di bawah ini untuk melanjutkan Ceritanya.. ⬇️⬇️
https://youtu.be/qF1avZeVoE0



Novel Romantis Cinta Dua Generasi - Part 11 Katakan Cinta Padaku

Ardi Or Idak | 11:06 PM | 0 comments

 Part 11 
Katakan Cinta Padaku

“Mamah ... Papah,” gumam Abi.
Arini makin mengkerut di belakang punggung Abi.
“Abi, apa-apaan ini! Pantas saja kamu tidak mau Mamah nikahkan lagi, ternyata begini kelakuanmu, membawa wanita ke apartemenmu, berzinah di kamarmu, Mamah kecewa sama kamu!” Pekik Bu Anggun, Mamah Abi dengan sangat emosi.
“Kami tidak berzinah Mam,” sahut Abi.
“Tidak berzinah, lalu apa yang kamu lakukan tadi? 
Kalau Mamah tidak datang, kalian pasti su.... “
“Dia istriku, Mamah, sah,” sahut Abi, sebelum 
Mamahnya meneruskan kalimatnya.
‘Dan, kalau Mamah tidak datang kami pasti sudah memulai membuatkan cucu buat Mamah,’ sambung Abi di dalam hatinya.
“Istri ... sah ... apa maksudmu Abi?” Suara Bu Anggun mulai diturunkan volumenya.
“Ayolah kita bicara di ruang tengah saja, tidak enak bicara di sini dalam keadaan seperti ini, ayo Mam. Abi ajak dia ke ruang tengah juga,” kata pak Bisma, ayah Abi sambil meraih bahu istrinya.
Abi memutar tubuhnya menghadap ke arah Arini yang masih berdiri dengan tubuh gemetar di belakangnya.
“Ayo, kita ke ruang tengah,” ajak Abi sambil menggenggam jemari Arini.
“Aku takut.”
“Jangan takut.”
“Bagaimana kalau kita disuruh pisah?” Tanya Arini dengan air mata yang menggantung di pelupuk matanya.
“Kenapa berpikir seperti itu?”
“Mamah Om bilang tadi ingin menikahkan Om deng....“
“Psssttt ... jangan bicara yang tidak-tidak.” 

Abi meletakan jarinya di atas bibir Arini.


Silahkan Lihat Video di Bawah ini untuk Melanjutkan Ceritanya ⬇️⬇️
https://youtu.be/YgPbkaRj1Zc



Entri Populer

Support Contact Us
H.Idak
TakatilTeam
(====================)
1D4K
Takatil
Follow Twitter Contact
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TAKATIL TEAM BLOG - All Rights Reserved
Template Modify by Ardi Rachman
Proudly powered by Blogger